Halaman

Rabu, 26 November 2025

KUMPULAN SOAL KKA REKAYASA PROMPT

 Pada tahun 2026, SMA Kreativa Nusantara mulai menerapkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial secara penuh pada kurikulum kelas X. Salah satu materi yang paling penting adalah Rekayasa Prompt. Guru menjelaskan bahwa kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi oleh cara kita menyusun instruksi.

Salah satu proyek kelas adalah membuat aplikasi penyusun resep otomatis dengan bantuan model bahasa AI. Siswa diminta mengembangkan fungsi berupa prompt yang dapat menghasilkan resep makanan sesuai kebutuhan pengguna. Dalam percobaan pertama, beberapa siswa menuliskan prompt:

“Buatkan resep makanan.”

AI memang memberikan jawaban, namun hasilnya terlalu acak dan tidak sesuai kebutuhan. Guru kemudian mengarahkan siswa untuk menyusun prompt yang lebih terstruktur menggunakan prinsip CLARITY (Clear, Logical, Accurate, Relevant, Instruction-based, Tailored, and Yield-oriented).

Contoh perbaikan yang diberikan guru adalah:

“Buatkan resep makanan sehat untuk makan siang, tanpa gluten, untuk 2 porsi, sertakan daftar bahan dan langkah memasak.”

Hasilnya jauh lebih baik. Guru menjelaskan bahwa prompt yang baik harus mencakup tujuan, konteks, batasan, dan format keluaran.
Selain itu, siswa juga belajar mengenal beberapa jenis prompt seperti:

  1. Instruction Prompt – memberikan perintah langsung.

  2. Contextual Prompt – memberikan konteks sebelum instruksi.

  3. Role-based Prompt – memberi AI peran tertentu (misalnya Anda adalah ahli gizi).

  4. Example-based Prompt – menggunakan contoh untuk mengarahkan gaya keluaran.

  5. Constraint Prompt – memberikan batasan tertentu seperti format JSON, panjang, atau gaya bahasa.

Pada akhir sesi, guru memberi tugas untuk membuat prompt yang dapat menghasilkan kode sederhana, seperti membuat fungsi Python, namun tetap memperhatikan struktur instruksi. Siswa juga diminta menguji apakah AI merespons dengan benar terhadap batasan yang mereka tentukan.


1. Istilah yang digunakan untuk proses menyusun instruksi agar AI dapat menghasilkan keluaran yang optimal adalah ____________.

2. Dalam prinsip CLARITY, huruf “C” merujuk pada kata ____________.

3. Prompt “Anda adalah seorang ahli gizi. Buatkan menu sehat…” termasuk jenis prompt ____________.

4. Prompt yang memberikan contoh sebelum instruksi disebut ____________ prompt.

5. Format keluaran seperti “buat dalam format JSON” merupakan contoh ____________ pada prompt.

6. Prompt “Buatkan resep sehat untuk makan siang tanpa gluten” gagal menghasilkan keluaran relevan jika tidak memiliki informasi tentang ____________.

7. AI dapat menghasilkan jawaban lebih tepat jika prompt menyertakan tujuan, konteks, dan ____________.

8. Mengapa prompt “Buatkan resep makanan” dianggap kurang efektif dalam rekayasa prompt?

A. Bahasa yang digunakan terlalu panjang
B. Tidak memiliki konteks, detail, dan tujuan yang jelas
C. Menggunakan istilah asing
D. Melarang AI memberikan variasi jawaban
E. Sudah termasuk prompt terbaik

9. Manakah yang merupakan contoh constraint prompt?
A. “Anda adalah seorang chef profesional.”
B. “Berikan saya resep yang enak.”
C. “Contohnya seperti ini: Resep salad buah…”
D. “Untuk 2 porsi, maksimal 5 langkah, dan tanpa gluten.”
E. “Berikan jawaban singkat saja.”

10. Prompt “Anda adalah seorang programmer Python profesional…” termasuk jenis:
A. Example-based prompt
B. Instruction prompt
C. Role-based prompt
D. Randomized prompt
E. Hybrid prompt

11. Tujuan utama rekayasa prompt adalah:
A. Mengubah cara kerja server AI
B. Mempercepat waktu respon model
C. Menghasilkan keluaran yang relevan, akurat, dan sesuai tujuan
D. Menambah kapasitas penyimpanan model
E. Mengubah AI menjadi model baru

12. Manakah contoh instruction prompt di bawah ini?
A. “Buatkan tabel berisi 5 buah paling populer.”
B. “Anda adalah ahli gizi dari Jepang.”
C. “Hasilkan jawaban dalam format JSON.”
D. “Seperti pada contoh berikut…”
E. “Output hanya 3 baris saja.”

13. Manakah yang bukan bagian dari prinsip CLARITY dalam rekayasa prompt?
A. Clear
B. Logical
C. Tailored
D. Relevant
E. Randomized

14. Mengapa memberikan contoh (example) dalam prompt dapat meningkatkan kualitas keluaran AI?
A. Karena AI hanya bekerja berdasarkan kode, bukan bahasa
B. Karena contoh membuat prompt menjadi lebih panjang
C. Karena contoh membantu AI meniru gaya, struktur, atau format yang diinginkan
D. Karena contoh memaksa AI untuk berhenti menghasilkan variasi
E. Karena contoh membuat AI bekerja lebih lambat

15. Semua prompt akan bekerja optimal meskipun tidak memiliki tujuan jelas. (True or False)
16. Memberikan contoh keluaran membantu AI memahami gaya jawaban yang diinginkan. (True or False)
17. Rekayasa prompt tidak berhubungan dengan koding. (True or False)
18. Contextual prompt memberikan latar belakang sebelum instruksi. (True or False)
19. Semakin jelas batasan format, semakin sulit AI memberikan jawaban. (True or False)
20. Role-based prompt memberikan identitas atau peran kepada AI. (True or False)
21. Prompt yang baik seharusnya hanya berisi satu kalimat pendek.  (True or False)
23. Cocokkan antara jenis prompt (Kolom A) dengan contohnya (Kolom B).

Kolom A

  1. Role-based

  2. Instruction

  3. Contextual

  4. Example-based

  5. Constraint

  6. Multi-step prompt

  7. Refinement prompt (perbaikan)

Kolom B

A. “Contohnya seperti ini: … Buat yang mirip.”
B. “Anda adalah analis data.”
C. “Tulis ulang jawaban Anda agar lebih ringkas.”
D. “Sebelum menjawab, berikut latar belakang proyek kami…”
E. “Berikan saya 3 ide aplikasi.”
F. “Berikan output dalam format JSON.”
G. “Langkah 1: buatkan ide; langkah 2: jelaskan manfaatnya.”

0 komentar:

Posting Komentar