Halaman

Rabu, 21 Oktober 2020

Tugas Vlog PembaTIK Level 4

Vlog ini berisi kegiatan saya dalam mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dan Implementasi Mata Pelajaran yang saya ampu.

Dari awal saya sudah berencana untuk mengerjakan semua tugas lebih awal dari waktu tenggat yang diberikan, namun tetap saja saya mulai kebut-kebutan menyelesaikan tugas di hari terakhir. Padahal awalnya palnning mengerjakan tugas ini sudah terarah, dan saya sangat berharap bisa bersantai di 3hari terakhir, tapi kenyataan memang kadang tak seindah impian. 

Jadilah Tugas Vlog ini yang shootnya dimalam hari sebelum tenggat waktu. Dikerjakan juga dengan dadakan karena mengantisipasi jaringan yang nantinya "berpaling" dari saya.

#PusdatinKemendikbud

#PembaTIK2020

#DutaRumahBelajar2020

#RumahBelajar2020

#BerbagiTIK



Senin, 19 Oktober 2020

Konferensi Video

Konferensi Video Sebagai Guru

Sebagai seorang guru saat menggunakan konferensi video, ada beberapa manfaat yang diperoleh yaitu saya bisa melihat secara langsung peserta didik dan ketika saya melakukan pembelajaran saya dapat berkomunikasi langsung seolah-olah tidak ada jarak antara saya dan peserta didik. Namun yang menjadi kendala adalah karena saya baru menggunakan konferensi video ini awalnya saya agak kaku untuk memulai, kendala lainnya ketika saya mulai ingin berdiskusi beberapa peserta didik lebih memilih untuk mematikan kameranya, jaringan juga menjadi salah satu kendala utama dalam konferensi video ini.

Konferensi Video Sebagai Peserta Webinar

Sebagai peserta webinar saya sangat menikmati ketika menggunakan konferensi video ini, hal ini sangat terasa ketika mengikuti webinar dan mendapatkan pengetahuan baru dan konferensi video inipun tidak mengenal jarak lagi, misalnya webinar yang diadakan di provinsi lain yang jauh dari tempat saya tinggal, saya tetap bisa mengikutinya sebagai peserta dan tentunya ada pengetahuan baru yang saya dapatkan, hanya saja biasanya kegiatan diskusi atau tanya jawab dalam webinar itu terbatas, sehingga terkadang saya tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya, selalu saja masalah signal menjadi hambatan tersendiri bagi saya, misalnya ketika sedang mendengarkan pemaparan tiba-tiba saya "tertendang" dengan sendirinya dari room karena signal yang mulai melemah.    

Penggunaan konferensi video untuk pembelajaran saat ini sangatlah penting, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan materi yang disampaikan juga bisa difahami oleh peserta didik. Untuk ke depannya, saya berencana menggunakan konferensi video dalam melakukan proses pembelajaran.


Membangun Komunikasi yang Efektif dalam Tim

 

Komunikasi adalah hal yang penting sebelum melakukan berbagai hal. Tanpa komunikasi yang baik maka segala sesuatu yang telah direncanakan tidak akan berjalan dengan semestinya sesuai dengan yang diharapkan. 

Sebelum melakukan kegiatan tatap muka sesuai yang telah saya rencanakan, saya bersama teman-teman mengatur jadwal untuk bisa bertemu dengan Pimpinan Dinas Pendidikan yang ada di tempat saya tinggal. Kami meminta izin untuk bisa melakukan kegiatan tatap muka di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahrga Kab. Pasangkayu.

Pemaparan terkait proses pembelajaran saat ini terkhusus di Pasangkayu menjadi acuan saya dan teman-teman untuk bisa sharing kepada teman-teman guru lainnya untuk menumbuhkan inovasi pembelajaran menggunakan fitur-fitur yang ada pada Portal Rumah Belajar.

Alhamdulillah kegiatan yang akan kami lakukan mendapatkan izin dari beliau..

Dukungan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Pasangkayu

Dukungan dari Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Pasangkayu

Belajar Menyenangkan dengan Edugame

 

Suatu pagi yang biasanya didepan rumah hiruk pikuk dengan kegiatan orang-orang di lingkungan saya, pagi ini tak seperti biasanya, tak ada hiruk pikuk yang ku temui, hening dan tanpa keramaian. Semua kegiatan dilakukan dalam rumah, hanya terdengar samar-samar suara saling bersahutan lalu menghilang entah kemana.

Pagi itu, saya berkunjung ke rumah tetangga sekedar ingin menyuguhkan buah tangan. Dari pintu depan saya mendengar Ibu dan anak itu saling mengeluarkan pendapat. "Kenapa guru mu ini ba kasi tugas terus setiap hari, persis mama ini guru sekolah ba ajar terus kamu tiap hari" disambung oleh si anak "jawabkan saja saya mama, supaya cepat di kumpul itu PR", setelah itu hening.

"Assalamualaikum.." saya memecah keheningan dan dipersilahkan masuk oleh si anak, benar saja si ibu anak itu sedang sibuk mengerjakan PR anaknya. Kehadiran saya menghentikan sejenak aktivitasnya. saya mulai membaur dan mendengarkan celotehnya. 



Saya mulai memperkenalkan Apa itu Rumah Belajar, karena anaknya masih berada pada jenjang SD saya memperkenalkan Fitur Edugame. Pada fitur edugame ini, ada banyak game didalamnya yang biasa dimainkan sambil belajar. 



Salah satu contoh yaitu Menangkap Balon. Game ini mengajarkan kepada pemainnya untuk bisa mengurutkan bilangan satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Mengurutkan bilangan ini juga terdiri dari 2 cara yaitu mengurutkan bilangan terkecil ke bilangan terbesar dan sebaliknya mengurutkan bilangan terbesar ke bilangan terkecil.  

Selain game ini masih banyak game lainnya yang akan mengajarkan peserta didik untuk bermain sambil belajar, dalam bermain peserta didik juga bisa sekaligus belajar sesuai dengan materi yang disajikan dalam permainan tersebut. Guru bisa memanfaatkan fitur edugame ini untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. 


Sumber :

https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame/Game/Play?url=game%2FMenangkap%20Balon%2F

https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame/Home/ListGame


Sabtu, 17 Oktober 2020

Kolaborasi yang "Menagih"

 Kolaborasi kali ini tidak dadakan lagi, karena memang di rencanakan 4 hari sebelumnya. Meski sudah direncanakan jauh-jauh hari, masih saja ada rasa kikuk tapi tidak seperti kemarin.



Senang rasanya diberi kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman SRB dari provinsi lain. Untuk kegiatan ini saya dipercayakan untuk menghandle room zoom. Mungkin karena saya yang "membuka" room zoom ini maka entah kemana hilangnya grogi dan kikuk yang saya miliki.

Semuanya berjalan dengan lancar dan saya menikmatinya. Jumlah participants yang hadir juga lumayan banyak, peserta yang sangat antusias memberikan semangat dan membuat saya agak nyaman. Hal ini juga tidak luput dari pengalaman yang telah diberikan teman-teman yang berkolaborasi dengan saya sebelumnya.

Puncaknya, saya merasa sangat haru (istilah umumnya "lebay") ketika beberapa peserta mengirimkan saya foto, dan foto-foto itu adalah foto mereka yang disandingkan dengan foto saya. Mungkin ini adalah salah satu foto yang akan saya simpan sebagai kenangan dari kegiatan pembaTIK ini. 







Terimakasih PembaTIK dan Rumah Belajar memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Terimakasih teman-teman SRB

Bu Uswatun Hasanah

Bu Srikandi Poncowati

Bu Nur Fajrina

Bu Putri Dian Pratiwi


Jumat, 16 Oktober 2020

Kolaborasi Kedua Bersama SRB Sulbar yang Hebat

 Kolaborasi kedua ini juga pelaksanaannya termasuk dadakan bagi saya karena hanya berselang sehari dengan kolaborasi pertama saya. 



Saya menarik nafas yang panjang berulang kali ketika room zoom mulai di buka, ternyata saya masih merasakan panik dan kikuk. Kali ini kolaborasi yang saya lakukan bersama dengan teman-teman SRB Provinsi Sulawesi Barat sendiri. Harusnya saya tidak kikuk lagi karena saya sudah sering bahkan terlampau sering berkomunikasi dengan Bu Asjmuni yang terkadang saya lupa waktu ketika membahas sesuatu melalui telpon dengan beliau.

Dan Pak Abdul Mujid juga merupakan teman SRB yang sering membantu menjawab pertanyaan ketika saya merasa kurang faham dengan tugas-tugas. Selanjutnya Pak Andi Jaya Mulyadi meski usia beliau jauh lebih muda dari saya, saya tetap menghargai beliau yang terbuka, beliau juga sering saya sibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan.

Lantas, apa yang membuat saya merasa kikuk untuk melakukan kolaborasi dengan mereka yang sudah sangat akrab dengan saya? Entahlah, masalah mungkin memang ada pada saya. Apalagi waktu itu kedua DRB Sulbar juga hadir di ruang zoom itu, MasyaaAllah rasa deg-degannya malah bertambah full.

 Tibalah giliran saya berbicara, karena panik saya tidak menikmatinya. Di kolaborasi ini, seperti kemarin menurut saya ini bukan sekedar kolaborasi tapi ini juga merupakan pembelajaran bagi saya, mulai dari materi yang di bawakan oleh teman-teman yang sangat menarik membuat saya juga menikmatinya dan membuat catatan kecil untuk materi mereka.

Terimakasih untuk :

Bu Asjmuni

Pak Abdul Mujid

Pak Andi Jaya Mulyadi

Kamis, 15 Oktober 2020

Kolaborasi dengan Kaki dan Tangan membeku

Kegiatan Tatap Muka yang kemarin saya dan teman-teman lakukan di SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu dan SDN Inp. Tanjung Babia harus berhenti di 2 sekolah itu. Zona merah akibat bertambahnya pasien positif covid 19 di tempat tinggal saya membuat suami saya tidak mengizinkan melakukan tatap muka dikarenakan penyakit bawaan yang saya miliki.

Sebenarnya untuk melakukan tatap maya saya agak canggung, alasan terbesar karena memang saya tidak suka berada di depan kamera. Dukungan penuh dari teman-teman SRB Provinsi Sulbar yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu namanya disini, memberikan dorongan untuk saya. Krisis percaya diri juga menjadi alasan kedua, kemudian saya terlalu takut salah dalam memberikan informasi.

Sore itu, saya berbincang melalui telpon dengan Bu Asjmuni membuat jadwal untuk kolaborasi tatap muka meski sebelumnya saya juga sudah berencana berkolaborasi dengan Pak Abdul Mujid dan Bu Halima hanya saja belum terlaksana. Kembali saya mendapatkan telpon dari Bu Asjmuni bahwa kegiatan tatap maya dilakukan malam nanti, saya kaget tapi karena waktu penyelesaian tugas yang sudah semakin mendekat saya mengiyakan saja.



Panik, pasti. Kegiatan yang dadakan selalu membuat saya panik. Tangan dan kaki berubah dingin bukan karena penyakitku yang kambuh karena nervous untuk kegiatan ini. Ternyata pelaku utama dari kegiatan tatap maya dadakan ini adalah Pak Rahim. Dengan keberanian yang entah dari mana datangnya memaksa saya ikut juga. Saya belum mengenal teman yang berkolaborasi pada malam itu, tapi Alhamdulillah salah satu yang membuat saya selalu bersyukur adalah ketika dipertemukan dengan orang-orang yang humble dengan saya. 

Sudah pasti panik dan kikuk ketika melakukan tatap maya itu, terlebih lagi karena berada diantara orang-orang yang hebat. Saya merasa kecil berada diantara mereka. Namun, mereka memang luar biasa, meski belum terlalu mengenal mereka dan hanya berkomunikasi melalui pesan telegram, saya merasa bisa berbaur dengan mereka.

Terimakasih untuk pelajaran yang kalian berikan, hari itu saya belajar banyak dari mereka.

Bu Zurriaty Primasywari

Bu Eva Deliana Br Bangun

Bu Wiwin Fida Yanti

Pak Elfison Dahsananranca Syawtupan

Dan tentunya Bu Asjmuni dan Pak Rahim yang luar biasa sekali..

Selasa, 06 Oktober 2020

Dukungan dari Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Pasangkayu

 

Menindaklanjuti arahan dari Bapak IHSAN. S.Sos selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga untuk membuat surat rekomendasi, kami kembali berkunjung di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pasangkayu dan bertemu dengan Bapak ALBAR, S.A.P., M.A.P beliau merupakan Kepala Sub Bagian Kepegawaian.




Beliau menyambut kami dengan hangat di ruangannya, dan kami berbincang tentang kegiatan kami ke depannya sambil menunggu surat rekomendasi selesai di buatkan. Sebelumnya beliau memaparkan kepada kami bagaimana proses pembelajaran saat ini yang ada di Pasangkayu dan meminta kami memaparkan bagaimana inovasi yang akan kami share kepada guru-guru ketika kami melakukan Sosialisasi Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dan Inovasi Pembelajaran dengan menggunakan Fitur Rumah Belajar.

Kami memaparkan rencana kegiatan yang akan kami lakukan berikut sasaran sekolah yang akan kami kunjungi. Beliau juga memberikan masukan kepada kami terkait dengan kegiatan yang kami lakukan nantinya.

Setelah bertemu beliau banyak ide dan pandangan yang saya dapatkan dan titipan pesan beliau kepada sekolah-sekolah yang nantinya akan saya kunjungi. Saya dan teman-teman akhirnya mengakhiri pertemuan setelah beliau memberikan draft surat rekomendasi dan dukungan kepada kami.


Menumbuhkan Inovasi Pembelajaran dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar





Bismillah, saya dan bu Halima berkolaborasi memulai kegiatan tatap muka Part 1 di SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu dengan tema Menumbuhkan Inovasi Pembelajaran dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar.

Kegiatan ini dihadiri oleh 8 orang guru dari 13 guru dan Kepala Sekolah yang ada, terdiri dari :

  1. Ita Israwati, S.Pd
  2. Diana B, S.Kep
  3. Musdalifah, S.Pd
  4. Rifky Awaliah Syawal, S.Farm
  5. Karmila, S.Pd
  6. Fatmawati Palangda, S.Pd
  7. Wiwin Dwi Astuti, S.Pd
  8. Marhama, S.Pdi

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Sepertinya sudah menjadi ciri khas tersendiri dalam setiap langkah yang saya mulai, bahwa dalam tiap langkah itu akan selalu ada cerita drama yang mengikuti. Kali ini masih dengan drama yang sama si "signal". 

Mungkin saya yang terlalu menggebu untuk memulai kegiatan ini hingga sedikit melupakan pewarna cerita saya "signal". Saya terlupa bahwa signal di sekolah itu tidak memungkinkan untuk mengakses jaringan internet secara full, jadinya para guru belum bisa membuka web portal Rumah Belajar ataupun mendownload aplikasi tersebut secara langsung, namun saya tetap bisa memperlihatkan aplikasi Rumah Belajar yang ada di smartphone saya kepada guru-guru yang ada.

Awalnya saya berbagi tentang model pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) dan pemanfaatan portal Rumah Belajar guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Saya mulai menjabarkan bagaimana pengaplikasian model pembelajaran SOLE ini dan menampilkan cuplikan salah satu film favorite saya "Die Hard 4" untuk memasuki salah satu langkah kegiatan model pembelajaran SOLE yaitu Question kemudian menghubungkan dengan portal Rumah Belajar. Saya berusaha menarik minat teman-teman guru dengan memberi bayangan ketika mengajar dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar.

Kegiatan ini di sambut hangat oleh Ibu Ita Israwati, S.Pd beliau menginginkan pembahasan lebih lanjut mengenai fitur-fitur utama yang ada di Rumah Belajar.

Dan teman-teman menyambut hangat hadirnya portal Rumah Belajar ini, setelah melakukan kegiatan ini, salah seorang teman guru ternyata sudah berhasil menginstall aplikasi Rumah Belajar di smartphonenya, melalui pesan whatsapp beliau mulai bertanya-tanya.

Terimakasih untuk SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu untuk sambutan hangatnya.

Dukungan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kab. Pasangkayu




Pagi ini mentari bersinar dengan cerahnya, seolah tak akan ada awan mendung yang bisa menghalangi sinar mentari ini. Sinar itu tidak hanya menyinari dunia ini tapi sinarnya merembes masuk ke dalam hati dengan perlahan dan memberi sinar harapan baru untuk hati yang berharap pada tujuan yang baik.

Pagi ini saya dan teman-teman membuat jadwal bertemu untuk menemui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pasangkayu, Bapak IHSAN, S.Sos saya dan teman-teman berencana menemui beliau untuk memperkenalkan diri sebagai Sahabat Rumah Belajar Sulawesi Barat yang berasal dari Pasangkayu dan memaparkan rencana kami dalam mensosialisasikan Portal Rumah Belajar sebagai Inovasi dalam Pembelajaran bagi guru-guru. Beliau menerima kami dengan hangat dan beliau sangat mendukung kegiatan yang nantinya akan kami lakukan. Beliau juga mengarahkan kami untuk mendapatkan surat rekomendasi untuk melakukan kegiatan kami ini di sekolah-sekolah yang ada di Pasangkayu 

Alhamdulillah, senang rasanya bertemu dengan beliau yang so humble dan terbuka dengan kami. Saya pribadi berharap dengan kehangatan yang beliau berikan akan memudahkan langkah kami untuk berbagi dengan teman-teman guru dan peserta didik mengenai pemanfaatan portal Rumah Belajar. 

Goes To SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu



Senin, 05 Oktober 2020 adalah hari pertama kegiatan berbagi bagi saya. Untuk kegiatan perdana ini saya memilih untuk melaksanakan di SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu karena merupakan tempat saya mengajar, rasanya nano-nano jika saya harus melangkah tanpa titik mulai.

Saya sangat sadar bahwa warga sekolah saya sendiri belum mengenal Rumah Belajar, berangkat dengan alasan inilah makanya saya memutuskan tempat pertama itu adalah di sini bersama teman-teman. Untuk kegiatan berbagi perdana ini saya tidak menyiapkan hal-hal khusus karena sudah mengenal dengan baik lingkungan sekolah ini, karena yang saya fahami bahwa berbagi itu bukan tetang tampilan dari luarnya saja melainkan berbagi itu adalah to share apa yang telah kita dapatkan yang memiliki manfaat untuk orang lain dan orang yang di tuju dapat menerima, memahami, dan mendapat wawasan baru yang bermanfaat bagi diri mereka. Sejatinya berbagi itu adalah keikhlasan hati untuk tumbuh dan berkembang bersama. 

Minggu, 04 Oktober 2020

Langkah Pertama


Setelah menimbang dan berdiskusi dengan beberapa teman SRB yang hebat, saya memutuskan untuk memulai kegiatan tatap muka perdana saya. Awalnya saya agak bingung untuk menentukan tempat pertama tatap muka ini, namun tetiba saya teringat bahwa untuk memulai "sesuatu" itu sebaiknya mulailah dari diri sendiri dulu, yahh.. Untuk mulai kegiatan ini, saya memutuskan untuk berangkat dari sekolah saya terlebih dahulu.

Awalnya agak ragu, tetapi Ibu ITA ISRAWATI, S.Pd selaku Kepala Sekolah sangat mendukung kegiatan yang kami tawarkan ini, maka jadilah tempat yang pertama saya tuju adalah SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu. Kegiatan ini rencananya dilakukan oleh kami bertiga ada Ibu Halima dan Pak Andi Jaya Mulyadi. 

Kegiatan ini kami putuskan secara dadakan, jadilah desain spanduk yang dibuat sangat sederhana bagi orang yang melihat, namun sangat "luar biasa" bagi saya yang suka dengan warna orange. Bismillah, semoga kegiatan esok dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberi manfaat bagi teman-teman guru yang hadir.

Kamis, 01 Oktober 2020

Apa itu Rumah Belajar?

Seperti namanya Rumah Belajar itu merupkan sebuah rumah yang didalamnya adalah tempat untuk belajar dan mendapatkan banyak pembelajaran. Rumah Belajar ini sendiri dapat diakses melalui handphone, baik itu melalui website dan melalui aplikasi yang dapat di unduh pada playstore.
Didalam Rumah Belajar ini terdapat 4 fitur utama yaitu :
  1. Sumber Belajar
  2. Kelas Digital
  3. Bank Soal, dan
  4. Lab Maya
Selain itu terdapat pula 5 fitur lainnya, yaitu :
  1. Buku Sekolah Elektronik
  2. Modul Digital
  3. Peta Budaya
  4. Wahana Jelajah Angkasa, dan
  5. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Semua fitur ini dapat diakses dengan mudah pada portal Rumah Belajar. Dimasa pandemi ini dengan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Rumah Belajar adalah salah satu pilihan favorit yang sangat menyenangkan dalam penggunaannya serta dapat diakses oleh siswa dan guru mulai jenjang PAUD sampai dengan SMA/SMK.

Rumah Belajar, dapat belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Tertarik? ayo kunjungi dan rasakan manfaatnya di Rumah Belajar.

Teman-teman yang luar biasa di PembaTIK Level 4




Sore hari yang cerah, saat bersenda gurau dengan keluarga, saya mendapat telfon dari Pak Ilham DRB Sulbar yang menginformasikan bahwa saya lulus di Level 3. Alhamdulillah senang rasanya, namun saya sangat memahami bahwa sampai di titik ini tentunya akan ada tanggung jawab besar menanti juga. 

Dan pada akhirnya saya bertemu dengan 29 teman-teman yang hebat, ada rasa bangga berada diantara teman-teman hebat dan ada rasa minder juga karena rasanya ibarat setetes air di samudera itulah saya. Pengetahuan yang sempit menjadi kendala khusus bagi saya, namun hal yang sangat saya syukuri karena teman-teman yang welcome ketika saya bertanya. Meski hanya bertemu melalui dunia maya, namun rasanya kami sudah berteman lama menurut saya.

Terimakasih untuk semua teman-teman SRB Sulbar yang mau menerima kekuranganku dan pertanyaan-pertanyaan "aneh" yang kadang saya lontarkan dan tidak mengenal waktu. Tentunya ucapan yang sama juga untuk Bapak/Ibu DRB Sulbar yang kadang melalui media whatsapp saya agak mengganggu dengan pertanyaan "aneh"ku tanpa mengenal batas waktu.

Support dari keluarga juga sangat membantu, celoteh suami yang kadang membakar semangat tanpa dia sadari sering dilontarkan, namun tetap mendapat warning untuk menjaga kesehatan karena kondisi badan yang tidak fit.

Semangat dari teman-teman saya rasakan menular dengan cepat dan banyak pada saya, meski dengan segala keterbatasan harus berlari untuk mengejar teman-teman lainnya, bukan mendahului tapi hanya berlari agar tak tertinggal. Dan selanjutnya, biarlah waktu berjalan dengan iramanya.


Air Mata Dalam PembaTIK Level 3


Pengumuman kelulusan peserta PembaTIK Level 2 akhirnya diumumkan secara resmi, Alhamdulillah nama saya ada dalam barisan "Lulus". Senang rasanya, bisa sampai pada tahap ini dan Level 3 kembali di buka. Untuk Level 3 ini, saya tidak terlalu buru-buru memilih gelombang karena ada beberapa tugas dari sekolah yang harus saya kerjakan.

Dari group, saya mendapat informasi untuk tugas Level 3 yang menurut saya tingkat kesulitannya sudah bertambah. "Pasti bisa.." dua kata itu yang terucap dari suami dan tanpa dia sadari memompa semangat ku untuk tetap melanjutkan.

Dikarenakan ada banyak tugas dari sekolah dan anak yang butuh full perhatian karena PJJ dalam masa pandemi ini, perhatianku banyak teralihkan dan membuat saya sedikit terlupa. Di waktu yang sama saya akhirnya mengikuti kegiatan Articulate Storyline MPI Sulbar untuk mengenal lebih dekat dengan aplikasi ASL ini, di pandu oleh Pak DRB Sulbar (Pak Hilman dan Pak ILham) dan yang membawakan materi praktik oleh Pak Abdul Mujid akhirnya saya mendapat gambaran jelas tentang aplikasi tersebut, yang sebelumnya saya sudah mendapatnya dari DRB Jawa Timur, Pak Rachmad Effendy.

Seperti sebelumnya, tak terasa waktu pengumpulan tugas tersisa sehari lagi. Hari itu saya mengerjakan ujian dan mempersiapkan pembuatan MPI karena saya sangat yakin untuk membuat video pembelajaran dalam waktu kurang sehari itu kemungkinan selesainya hanya 50%. Hari terakhir pengumpulan tugas, di pagi hari bermodalkan video youtube dari Pak Rachmad dan Pak Mujid saya belajar membuat MPI yang sangat sederhana, pembuatan MPI ini juga memiliki drama tersendiri. Waktu itu karena merasa waktu berjalan dengan cepat, saya menangis karena khawatir MPI yang saya buat tidak dapat terselesaikan. "Bisa itu.." kembali suami memberi semangat melalui dua kata itu dan jadilah MPI sederhana itu, kemudian "Tugas berhasil dikumpulkan.." pada layar Hp, Alhamdulillah lelahnya..

Cerita "signal" yang menjadi teman di PembaTIK Level 2


 Setelah menerima berita kelulusan di Level 1, awal Mei saya daftar lanjutan PembaTIK Level 2. Di Level 2 ini drama baru mulai banyak yang hadir. Tiba-tiba jaringan Hp ngadat padahal sudah isi full kuota, fikirku mungkin karena ada "operator" baru yang masuk, akhirnya demi kelancaran kegiatan simcard jadi bertambah. 

Mempelajari modul akhirnya berjalan dengan lancar, seminggu sebelum batas waktu pengumpulan tugas Vlog dikerjakan dengan banyak bantuan dari teman-teman. Mulai dari teman yang dadakan jadi penata gaya, kameramen, dan editor. Luar biasa memang bantuan dari teman-teman yang dari Pak Anca yang selalu siap menjawab pertanyaan "aneh"ku, Bu Halima yang selalu on ketika diminta cari lokasi, dari Bu Lina yang otodidak jadi kameramen serta pemilihan sudut, dan banyak lagi teman-teman yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu per satu.

Pada akhirnya, Vlog yang sudah jadi harus saya ulang sendiri karena banyak nya kesalahan yang saya temui, karena lingkungan saya rame dengan rutinitas keseharian di tambah dengan waktu itu ramadhan, pemilihan tempat menjadi hal tersulit saat merampungkan tugas.

Sampe pada hari terakhir pengumpulan tugas, dengan dukungan penuh dari suami yang menemani serta membantu mencari signal mulai jam 9 malam sampai akhirnya kami harus berteduh karena kehujanan. "Hujan makin deras.." terdengar lirih suara suamiku pada dirinya sendiri. Menunggu hujan reda, saya hanya terdiam memandang Hp dengan layar "Tugas berhasil dikirimkan.." (kurang lebih) kemudian berucap "Maaf dan Terimakasih.." pada suami dalam hati. Kurang lebih pukul 00.38 kami memutuskan pulang dalam rintik hujan.

Untuk hasil saya tidak berharap banyak, yang terpenting bagiku saat itu adalah menyelesaikan tugas semaksimalnya..