Halaman

Rabu, 21 Oktober 2020

Tugas Vlog PembaTIK Level 4

Vlog ini berisi kegiatan saya dalam mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dan Implementasi Mata Pelajaran yang saya ampu.

Dari awal saya sudah berencana untuk mengerjakan semua tugas lebih awal dari waktu tenggat yang diberikan, namun tetap saja saya mulai kebut-kebutan menyelesaikan tugas di hari terakhir. Padahal awalnya palnning mengerjakan tugas ini sudah terarah, dan saya sangat berharap bisa bersantai di 3hari terakhir, tapi kenyataan memang kadang tak seindah impian. 

Jadilah Tugas Vlog ini yang shootnya dimalam hari sebelum tenggat waktu. Dikerjakan juga dengan dadakan karena mengantisipasi jaringan yang nantinya "berpaling" dari saya.

#PusdatinKemendikbud

#PembaTIK2020

#DutaRumahBelajar2020

#RumahBelajar2020

#BerbagiTIK



Senin, 19 Oktober 2020

Konferensi Video

Konferensi Video Sebagai Guru

Sebagai seorang guru saat menggunakan konferensi video, ada beberapa manfaat yang diperoleh yaitu saya bisa melihat secara langsung peserta didik dan ketika saya melakukan pembelajaran saya dapat berkomunikasi langsung seolah-olah tidak ada jarak antara saya dan peserta didik. Namun yang menjadi kendala adalah karena saya baru menggunakan konferensi video ini awalnya saya agak kaku untuk memulai, kendala lainnya ketika saya mulai ingin berdiskusi beberapa peserta didik lebih memilih untuk mematikan kameranya, jaringan juga menjadi salah satu kendala utama dalam konferensi video ini.

Konferensi Video Sebagai Peserta Webinar

Sebagai peserta webinar saya sangat menikmati ketika menggunakan konferensi video ini, hal ini sangat terasa ketika mengikuti webinar dan mendapatkan pengetahuan baru dan konferensi video inipun tidak mengenal jarak lagi, misalnya webinar yang diadakan di provinsi lain yang jauh dari tempat saya tinggal, saya tetap bisa mengikutinya sebagai peserta dan tentunya ada pengetahuan baru yang saya dapatkan, hanya saja biasanya kegiatan diskusi atau tanya jawab dalam webinar itu terbatas, sehingga terkadang saya tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya, selalu saja masalah signal menjadi hambatan tersendiri bagi saya, misalnya ketika sedang mendengarkan pemaparan tiba-tiba saya "tertendang" dengan sendirinya dari room karena signal yang mulai melemah.    

Penggunaan konferensi video untuk pembelajaran saat ini sangatlah penting, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan materi yang disampaikan juga bisa difahami oleh peserta didik. Untuk ke depannya, saya berencana menggunakan konferensi video dalam melakukan proses pembelajaran.


Membangun Komunikasi yang Efektif dalam Tim

 

Komunikasi adalah hal yang penting sebelum melakukan berbagai hal. Tanpa komunikasi yang baik maka segala sesuatu yang telah direncanakan tidak akan berjalan dengan semestinya sesuai dengan yang diharapkan. 

Sebelum melakukan kegiatan tatap muka sesuai yang telah saya rencanakan, saya bersama teman-teman mengatur jadwal untuk bisa bertemu dengan Pimpinan Dinas Pendidikan yang ada di tempat saya tinggal. Kami meminta izin untuk bisa melakukan kegiatan tatap muka di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahrga Kab. Pasangkayu.

Pemaparan terkait proses pembelajaran saat ini terkhusus di Pasangkayu menjadi acuan saya dan teman-teman untuk bisa sharing kepada teman-teman guru lainnya untuk menumbuhkan inovasi pembelajaran menggunakan fitur-fitur yang ada pada Portal Rumah Belajar.

Alhamdulillah kegiatan yang akan kami lakukan mendapatkan izin dari beliau..

Dukungan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Pasangkayu

Dukungan dari Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Pasangkayu

Belajar Menyenangkan dengan Edugame

 

Suatu pagi yang biasanya didepan rumah hiruk pikuk dengan kegiatan orang-orang di lingkungan saya, pagi ini tak seperti biasanya, tak ada hiruk pikuk yang ku temui, hening dan tanpa keramaian. Semua kegiatan dilakukan dalam rumah, hanya terdengar samar-samar suara saling bersahutan lalu menghilang entah kemana.

Pagi itu, saya berkunjung ke rumah tetangga sekedar ingin menyuguhkan buah tangan. Dari pintu depan saya mendengar Ibu dan anak itu saling mengeluarkan pendapat. "Kenapa guru mu ini ba kasi tugas terus setiap hari, persis mama ini guru sekolah ba ajar terus kamu tiap hari" disambung oleh si anak "jawabkan saja saya mama, supaya cepat di kumpul itu PR", setelah itu hening.

"Assalamualaikum.." saya memecah keheningan dan dipersilahkan masuk oleh si anak, benar saja si ibu anak itu sedang sibuk mengerjakan PR anaknya. Kehadiran saya menghentikan sejenak aktivitasnya. saya mulai membaur dan mendengarkan celotehnya. 



Saya mulai memperkenalkan Apa itu Rumah Belajar, karena anaknya masih berada pada jenjang SD saya memperkenalkan Fitur Edugame. Pada fitur edugame ini, ada banyak game didalamnya yang biasa dimainkan sambil belajar. 



Salah satu contoh yaitu Menangkap Balon. Game ini mengajarkan kepada pemainnya untuk bisa mengurutkan bilangan satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Mengurutkan bilangan ini juga terdiri dari 2 cara yaitu mengurutkan bilangan terkecil ke bilangan terbesar dan sebaliknya mengurutkan bilangan terbesar ke bilangan terkecil.  

Selain game ini masih banyak game lainnya yang akan mengajarkan peserta didik untuk bermain sambil belajar, dalam bermain peserta didik juga bisa sekaligus belajar sesuai dengan materi yang disajikan dalam permainan tersebut. Guru bisa memanfaatkan fitur edugame ini untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. 


Sumber :

https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame/Game/Play?url=game%2FMenangkap%20Balon%2F

https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame/Home/ListGame


Sabtu, 17 Oktober 2020

Kolaborasi yang "Menagih"

 Kolaborasi kali ini tidak dadakan lagi, karena memang di rencanakan 4 hari sebelumnya. Meski sudah direncanakan jauh-jauh hari, masih saja ada rasa kikuk tapi tidak seperti kemarin.



Senang rasanya diberi kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman SRB dari provinsi lain. Untuk kegiatan ini saya dipercayakan untuk menghandle room zoom. Mungkin karena saya yang "membuka" room zoom ini maka entah kemana hilangnya grogi dan kikuk yang saya miliki.

Semuanya berjalan dengan lancar dan saya menikmatinya. Jumlah participants yang hadir juga lumayan banyak, peserta yang sangat antusias memberikan semangat dan membuat saya agak nyaman. Hal ini juga tidak luput dari pengalaman yang telah diberikan teman-teman yang berkolaborasi dengan saya sebelumnya.

Puncaknya, saya merasa sangat haru (istilah umumnya "lebay") ketika beberapa peserta mengirimkan saya foto, dan foto-foto itu adalah foto mereka yang disandingkan dengan foto saya. Mungkin ini adalah salah satu foto yang akan saya simpan sebagai kenangan dari kegiatan pembaTIK ini. 







Terimakasih PembaTIK dan Rumah Belajar memberikan pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Terimakasih teman-teman SRB

Bu Uswatun Hasanah

Bu Srikandi Poncowati

Bu Nur Fajrina

Bu Putri Dian Pratiwi


Jumat, 16 Oktober 2020

Kolaborasi Kedua Bersama SRB Sulbar yang Hebat

 Kolaborasi kedua ini juga pelaksanaannya termasuk dadakan bagi saya karena hanya berselang sehari dengan kolaborasi pertama saya. 



Saya menarik nafas yang panjang berulang kali ketika room zoom mulai di buka, ternyata saya masih merasakan panik dan kikuk. Kali ini kolaborasi yang saya lakukan bersama dengan teman-teman SRB Provinsi Sulawesi Barat sendiri. Harusnya saya tidak kikuk lagi karena saya sudah sering bahkan terlampau sering berkomunikasi dengan Bu Asjmuni yang terkadang saya lupa waktu ketika membahas sesuatu melalui telpon dengan beliau.

Dan Pak Abdul Mujid juga merupakan teman SRB yang sering membantu menjawab pertanyaan ketika saya merasa kurang faham dengan tugas-tugas. Selanjutnya Pak Andi Jaya Mulyadi meski usia beliau jauh lebih muda dari saya, saya tetap menghargai beliau yang terbuka, beliau juga sering saya sibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan.

Lantas, apa yang membuat saya merasa kikuk untuk melakukan kolaborasi dengan mereka yang sudah sangat akrab dengan saya? Entahlah, masalah mungkin memang ada pada saya. Apalagi waktu itu kedua DRB Sulbar juga hadir di ruang zoom itu, MasyaaAllah rasa deg-degannya malah bertambah full.

 Tibalah giliran saya berbicara, karena panik saya tidak menikmatinya. Di kolaborasi ini, seperti kemarin menurut saya ini bukan sekedar kolaborasi tapi ini juga merupakan pembelajaran bagi saya, mulai dari materi yang di bawakan oleh teman-teman yang sangat menarik membuat saya juga menikmatinya dan membuat catatan kecil untuk materi mereka.

Terimakasih untuk :

Bu Asjmuni

Pak Abdul Mujid

Pak Andi Jaya Mulyadi

Kamis, 15 Oktober 2020

Kolaborasi dengan Kaki dan Tangan membeku

Kegiatan Tatap Muka yang kemarin saya dan teman-teman lakukan di SMKS Peduli Bangsa Pasangkayu dan SDN Inp. Tanjung Babia harus berhenti di 2 sekolah itu. Zona merah akibat bertambahnya pasien positif covid 19 di tempat tinggal saya membuat suami saya tidak mengizinkan melakukan tatap muka dikarenakan penyakit bawaan yang saya miliki.

Sebenarnya untuk melakukan tatap maya saya agak canggung, alasan terbesar karena memang saya tidak suka berada di depan kamera. Dukungan penuh dari teman-teman SRB Provinsi Sulbar yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu namanya disini, memberikan dorongan untuk saya. Krisis percaya diri juga menjadi alasan kedua, kemudian saya terlalu takut salah dalam memberikan informasi.

Sore itu, saya berbincang melalui telpon dengan Bu Asjmuni membuat jadwal untuk kolaborasi tatap muka meski sebelumnya saya juga sudah berencana berkolaborasi dengan Pak Abdul Mujid dan Bu Halima hanya saja belum terlaksana. Kembali saya mendapatkan telpon dari Bu Asjmuni bahwa kegiatan tatap maya dilakukan malam nanti, saya kaget tapi karena waktu penyelesaian tugas yang sudah semakin mendekat saya mengiyakan saja.



Panik, pasti. Kegiatan yang dadakan selalu membuat saya panik. Tangan dan kaki berubah dingin bukan karena penyakitku yang kambuh karena nervous untuk kegiatan ini. Ternyata pelaku utama dari kegiatan tatap maya dadakan ini adalah Pak Rahim. Dengan keberanian yang entah dari mana datangnya memaksa saya ikut juga. Saya belum mengenal teman yang berkolaborasi pada malam itu, tapi Alhamdulillah salah satu yang membuat saya selalu bersyukur adalah ketika dipertemukan dengan orang-orang yang humble dengan saya. 

Sudah pasti panik dan kikuk ketika melakukan tatap maya itu, terlebih lagi karena berada diantara orang-orang yang hebat. Saya merasa kecil berada diantara mereka. Namun, mereka memang luar biasa, meski belum terlalu mengenal mereka dan hanya berkomunikasi melalui pesan telegram, saya merasa bisa berbaur dengan mereka.

Terimakasih untuk pelajaran yang kalian berikan, hari itu saya belajar banyak dari mereka.

Bu Zurriaty Primasywari

Bu Eva Deliana Br Bangun

Bu Wiwin Fida Yanti

Pak Elfison Dahsananranca Syawtupan

Dan tentunya Bu Asjmuni dan Pak Rahim yang luar biasa sekali..